Sisa-sisa Deep Purple di Purwokerto

Intro - Cerita di bawah ini adalah tulisan dari Omjim yang dia post di milis m-claro. Jujur, saya trenyuh mbrebes mili abisz baca tulisan nuansamatik menyentuh kalbu ini. Silakan disimak. Luar biasa. Menderita kepuasan paripurna tenan saya ….!!! Top markotop! GW

————————————————————————–

Menarik sekali membaca artikel Rolling Stone edisi 21/Januari,
2007. Padahal biasanya gua paling muales baca majalah satu ini, baik
edisi barat maupun edisi bumiputeranya. Sebelum edisi yang satu ini, di rumahpun gua cuma punya 1 Rolling Stone, yaitu yang ada The Doors-nya.

Apanya sih yang menarik dari Rolling Stone januari 2007 itu? Tak
lain adalah artikel Deep Purple in Jakarta, tulisan dari Bung Wendy
Putranto. Tulisan gua ini bukan untuk mengkritik ataupun meralat
artikel tersebut. Kalau untuk urusan itu, biarlah para kampioen
milis ini yang turun tangan. Ilmu gua belum sampai kesitu.

Yang mau gua kisahkan ini adalah sebuah kisah unik yang terjadi
di kampung halaman istri gua, Purwokerto. Ceritanya begini…

Pagi itu, gua bersama istri makan opor lontong di depan GOR
Satria, Purwokerto. Lagi asyik-asyiknya menyantap opor lontong, tiba-tiba mata gua tertumbuk pada sebuah mobil Holden Kingswood ‘73 berwarna hitam yang terparkir di samping tenda. Kehadiran mobil tersebut jelas memecah konsentrasi makan gua, yang berakibat pada
berkurangnya kenikmatan opor lontong yang tengah gua santap.

Bukan. Bukan karena gua adalah penggemar Holden. Bukan juga
karena mobil tersebut menghalangi pandangan ke arah motor gua yang diparkir di sebelahnya. Semua ini ada hubungannya dengan majalah MIDI tahun ke II/3, terbitan 1975, yang pernah gua baca. Majalah MIDI, walaupun bukanlah majalah musik, namun pada waktu kedatangan Deep Purple, majalah itu ikut mengulasnya. Naah, disana diceritakan bahwa penjemputan para personil Deep Purple ke Hotel Sahid menggunakan 3 mobil bermerk Holden, 2 adalah Holden Torana 2650 dan yang satu adalah Holden Kingswood (di majalah Rolling Stone memang ditulis kalau para personil ditempatkan di Hotel Mandarin. Namun begitulah yang gua baca di majalah MIDI. Mungkin majalah ini nggak terlalu rinci dan akurat dalam mengulas kedatangan Deep Purple karena pada dasarnya memang bukan majalah musik, namun majalah tersebut memuat foto Holden yang tengah membawa para personil Deep Purple. Kedatangan Deep Purple ini juga diulas di majalah TOP walau nggada fotonya. Juga sempat gua baca di majalah MAS (Musik – Artis –Santai) no.84/thn ke III. Dec.1975, penerbit yayasan 72. harganya waktu itu nopekgo). Lha, sekarang tepat di depan congoran gua ada sebuah sedan Holden Kingswood ‘73. Tentu saja batin gua penasaran nggak keruan. Begitu abis semangkok opor lontong, gua langsung keluar (padahal biasanya nambah semangkok lagi). Gua amati bolak-balik Holden tersebut. Warnanya hitam. Sedangkan Kingswood yang jemput Deep Purple setau gua berwarna coklat. Tapi tetap aja penasaran, sampai akhirnya si empunya mobil nongol dari dalam salah satu tenda di sekitar situ.

"Ada apa, mas?" tanya si empunya mobil.
"Nganu, pak. Ini saya tertarik sama Holden ini."
"Oh, suka mobil tua juga?"
"Bukan mobilnya, pak. Tapi…" Maka, guapun dengan sedikit ogah-
ogahan menceritakan tentang majalah MIDI terbitan tahun 75,
penjemputan personil Deep Purple, dsb kepada bapak empunya Holden
itu, dengan resiko dianggap gendeng. Tapi untungnya nih bapak-bapak
termasuk sabar juga, dan rela menceritakan sekelumit sejarah mobil
tersebut.

""Ini bukan punya saya asli, mas," ucapnya. "Ini saya beli
tahun ‘99." Plat nomernya gua liat memang R7006GA, bukan B364E (plat
Holden Kingswood yang jemput Deep Purple di Halim). Tapi dari
keterangan si empunya, berarti mobil ini sudah beberapa kali ganti
pemilik, sehingga belum tertutup kemungkinan bahwa itu adalah salah
satu mobil penjemput Deep Purple.
"Maaf nih, mas. Saya mau nganter istri dulu." Bapak empunya Holden
berkata. "Nanti sore datang aja ke rumah. Nanti disana bisa ngobrol-
ngobrol lagi." Ia lalu memberikan alamat rumahnya.

Maka begitulah perjumpaan gua dan pemilik Holden Kingswood yang
misterius itu berakhir. Tapi untuk sementara saja, karena gua
bertekad sore ini akan ke alamat yang ditulis beliau, untuk
mengetahui lebih jauh sejarah Kingswood hitam ‘73 itu.

**** **** **** ****

Sore harinya, gua datang ke alamat yang diberikan bapak tersebut.
Bener aja, beliau sudah menunggu kedatangan gua. Setelah masuk ke
bagian dalam rumahnya, perbincangan tadi pagi dilanjutkan lagi.

"Wah, sempet-sempetnya datang ke rumah. Berarti mas ini bener
penasaran sama Holden saya?"
"Iya, pak. Terutama karena masih belum jelas apakah Holden Kingswood
ini betul adalah salah satu dari 3 Holden yang menjemput Deep
Purple."
"Kalau cuma Holden sih yang punya banyak mas. Untuk tau hal-hal
seperti itu, mas harus tau nomer plat Holden yang jemput Deep Purple
itu."
Gua segera merogoh dompet dan mengeluarkan secarik kertas kucel
dari dalamnya.
"Ini dia nomernya, pak. B364E."
"Tunggu sebentar ya. Saya ambil BPKBnya dulu."
Si bapak masuk ke dalam, sementara gua menunggu dengan gelisah.
Tak lama dia keluar.
"Ini. Monggo diliat."

Gua segera menatap catatan dalam BPKB Holden tersebut:

1.Mobil keluar dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, ke PT
UDATIMEX. No.pol: 0 (sebagai catatan, PT UDATIMEX ini adalah sale
agent Holden. Dulu alamatnya di Jakarta adalah di Jalan Antara 27 –
29, no.telponnya 44233 – 42137, dengan cabang-cabang di Bandung,
Surabaya, Cirebon, Yogyakarta, Tegal, Malang, Banjaramsin dll. Mobil
dalam kisah ini masuk ke PT UDATIMEX Surabaya yang udah tutup pada
tahun 1983).

2.Pembeli 1 : PNP XIV Kadipaten Kabupaten Majalengka. Plat E286M.

3.Plat berganti jadi E53M a/n sama.
]
4.Dibeli orang Jakarta dengan, plat berganti menjadi B364E!!!

Berarti bener sudah firasat gua, bahwa ini adalah mobil yang jemput
Deep Purple dulu di Jakarta. Gua menghela nafas panjang. Akhirnya,
ketemu juga nih mobil.. begitu bathin gua dalam hati. Setelah itu
gua liat di catatan BPKB, Holden ini masih 2X berganti pemilik,
semua orang Banjarnegara, sebelum akhirnya dibeli bapak ini pada
tahun 1999.

Melihat pencarian gua berakhir, bapak itu berkata.
"Dulu warnanya memang coklat, tapi bukan orisinil. Udah dicat ulang.
Joknya juga udah nggak orisinil. Bentuknya norak. Makanya cat dan
jok udah saya ganti semua. Tapi yang lain masih orisinil."

"Nggak kepingin dijual, pak?"
"Ya janganlah. Sayang. Wong dulu juga saya beli ini kan karena ini
bekas jemputan Deep Purple."

Gua terkejut.

"Berarti bapak udah tau sebelumnya dong kalo ini mobil jemputan DP?"
"Ya taulah. Kalo nggak ngapain saya beli mobil beginian. Memangnya
yang baca MIDI sampeyan doang?" Ucapnya sambil ngakak. Aseemm!! Kena
gua kepancing. Pantesan dia kok dengan gampang memberikan alamatnya
sama gua yang bertampang kriminil ini.
"Dari pertama saya beli Holden ini, baru sampeyan yang ngeh. Makanya
langsung aja saya ajak kongkow di rumah." Ucapnya lagi sambil
nyengir.
"Boleh liat lagi mobilnya, pak?"
"Oh, silahkan."
Maka, kamipun segera menuju ke garasi, dimana mobil tersebut
disimpan.
"Jujur ini gak pernah saya pake, mas. Paling tiap hari saya panasin
mesinnya. Habis Purwokerto kan kota kecil. Kemana-mana cukup pake
motor. Lagipula ini bensinnya boros. 1:8."

Dengan perlahan gua membuka pintu Holden tersebut lalu duduk di
belakang stir sambil merem. Membayangkan kembali adegan pada tanggal
2 Desember 1975, saat mobil ini menyusuri jalan dari Lapangan Udara
Halim Perdanakusuma menuju Hotel Mandarin. Siapa supir Holden ini
dan siapa personil Deep Purple yang naik didalamnya masih merupakan
misteri yang belum terungkap buat gua. Tapi paling tidak untuk
sementara gua bisa menarik napas lega karena penelusuran gua selama
bertahun-tahun dengan hanya berbekal selembar foto dari majalah tua
akhirnya membuahkan hasil.

Purwokerto memang kota kecil yang aneh. Di kota inilah gua pertama
kali melihat langsung sobekan karcis (asli) konser Deep Purple 1975
di Senayan (hari kedua), pertama kali mendengarkan boorleg Godbless
sewaktu manggung disana pada tahun 1975, dan sekarang menemukan satu dari 3 Holden yang membawa personil Deep Purple dari Halim. Entah apalagi nanti yang bakal gua temui di kota ini…

One Response to “Sisa-sisa Deep Purple di Purwokerto”

  1. HanDy Says:

    Wah Mas , Interesting Stories !!!

    I’m GlaD To Read It.

    Wooooooooooooowwwwwwwwwwwww…

    MaY i aDD U On My Friendster ???

    My ID :

    handy_sucker666@yahoo.com

Leave a Reply