Archive for February, 2007

Sisa-sisa Deep Purple di Purwokerto

Thursday, February 15th, 2007

Intro - Cerita di bawah ini adalah tulisan dari Omjim yang dia post di milis m-claro. Jujur, saya trenyuh mbrebes mili abisz baca tulisan nuansamatik menyentuh kalbu ini. Silakan disimak. Luar biasa. Menderita kepuasan paripurna tenan saya ….!!! Top markotop! GW

————————————————————————–

Menarik sekali membaca artikel Rolling Stone edisi 21/Januari,
2007. Padahal biasanya gua paling muales baca majalah satu ini, baik
edisi barat maupun edisi bumiputeranya. Sebelum edisi yang satu ini, di rumahpun gua cuma punya 1 Rolling Stone, yaitu yang ada The Doors-nya.

Apanya sih yang menarik dari Rolling Stone januari 2007 itu? Tak
lain adalah artikel Deep Purple in Jakarta, tulisan dari Bung Wendy
Putranto. Tulisan gua ini bukan untuk mengkritik ataupun meralat
artikel tersebut. Kalau untuk urusan itu, biarlah para kampioen
milis ini yang turun tangan. Ilmu gua belum sampai kesitu.

Yang mau gua kisahkan ini adalah sebuah kisah unik yang terjadi
di kampung halaman istri gua, Purwokerto. Ceritanya begini…

Pagi itu, gua bersama istri makan opor lontong di depan GOR
Satria, Purwokerto. Lagi asyik-asyiknya menyantap opor lontong, tiba-tiba mata gua tertumbuk pada sebuah mobil Holden Kingswood ‘73 berwarna hitam yang terparkir di samping tenda. Kehadiran mobil tersebut jelas memecah konsentrasi makan gua, yang berakibat pada
berkurangnya kenikmatan opor lontong yang tengah gua santap.

Bukan. Bukan karena gua adalah penggemar Holden. Bukan juga
karena mobil tersebut menghalangi pandangan ke arah motor gua yang diparkir di sebelahnya. Semua ini ada hubungannya dengan majalah MIDI tahun ke II/3, terbitan 1975, yang pernah gua baca. Majalah MIDI, walaupun bukanlah majalah musik, namun pada waktu kedatangan Deep Purple, majalah itu ikut mengulasnya. Naah, disana diceritakan bahwa penjemputan para personil Deep Purple ke Hotel Sahid menggunakan 3 mobil bermerk Holden, 2 adalah Holden Torana 2650 dan yang satu adalah Holden Kingswood (di majalah Rolling Stone memang ditulis kalau para personil ditempatkan di Hotel Mandarin. Namun begitulah yang gua baca di majalah MIDI. Mungkin majalah ini nggak terlalu rinci dan akurat dalam mengulas kedatangan Deep Purple karena pada dasarnya memang bukan majalah musik, namun majalah tersebut memuat foto Holden yang tengah membawa para personil Deep Purple. Kedatangan Deep Purple ini juga diulas di majalah TOP walau nggada fotonya. Juga sempat gua baca di majalah MAS (Musik – Artis –Santai) no.84/thn ke III. Dec.1975, penerbit yayasan 72. harganya waktu itu nopekgo). Lha, sekarang tepat di depan congoran gua ada sebuah sedan Holden Kingswood ‘73. Tentu saja batin gua penasaran nggak keruan. Begitu abis semangkok opor lontong, gua langsung keluar (padahal biasanya nambah semangkok lagi). Gua amati bolak-balik Holden tersebut. Warnanya hitam. Sedangkan Kingswood yang jemput Deep Purple setau gua berwarna coklat. Tapi tetap aja penasaran, sampai akhirnya si empunya mobil nongol dari dalam salah satu tenda di sekitar situ.

"Ada apa, mas?" tanya si empunya mobil.
"Nganu, pak. Ini saya tertarik sama Holden ini."
"Oh, suka mobil tua juga?"
"Bukan mobilnya, pak. Tapi…" Maka, guapun dengan sedikit ogah-
ogahan menceritakan tentang majalah MIDI terbitan tahun 75,
penjemputan personil Deep Purple, dsb kepada bapak empunya Holden
itu, dengan resiko dianggap gendeng. Tapi untungnya nih bapak-bapak
termasuk sabar juga, dan rela menceritakan sekelumit sejarah mobil
tersebut.

""Ini bukan punya saya asli, mas," ucapnya. "Ini saya beli
tahun ‘99." Plat nomernya gua liat memang R7006GA, bukan B364E (plat
Holden Kingswood yang jemput Deep Purple di Halim). Tapi dari
keterangan si empunya, berarti mobil ini sudah beberapa kali ganti
pemilik, sehingga belum tertutup kemungkinan bahwa itu adalah salah
satu mobil penjemput Deep Purple.
"Maaf nih, mas. Saya mau nganter istri dulu." Bapak empunya Holden
berkata. "Nanti sore datang aja ke rumah. Nanti disana bisa ngobrol-
ngobrol lagi." Ia lalu memberikan alamat rumahnya.

Maka begitulah perjumpaan gua dan pemilik Holden Kingswood yang
misterius itu berakhir. Tapi untuk sementara saja, karena gua
bertekad sore ini akan ke alamat yang ditulis beliau, untuk
mengetahui lebih jauh sejarah Kingswood hitam ‘73 itu.

**** **** **** ****

Sore harinya, gua datang ke alamat yang diberikan bapak tersebut.
Bener aja, beliau sudah menunggu kedatangan gua. Setelah masuk ke
bagian dalam rumahnya, perbincangan tadi pagi dilanjutkan lagi.

"Wah, sempet-sempetnya datang ke rumah. Berarti mas ini bener
penasaran sama Holden saya?"
"Iya, pak. Terutama karena masih belum jelas apakah Holden Kingswood
ini betul adalah salah satu dari 3 Holden yang menjemput Deep
Purple."
"Kalau cuma Holden sih yang punya banyak mas. Untuk tau hal-hal
seperti itu, mas harus tau nomer plat Holden yang jemput Deep Purple
itu."
Gua segera merogoh dompet dan mengeluarkan secarik kertas kucel
dari dalamnya.
"Ini dia nomernya, pak. B364E."
"Tunggu sebentar ya. Saya ambil BPKBnya dulu."
Si bapak masuk ke dalam, sementara gua menunggu dengan gelisah.
Tak lama dia keluar.
"Ini. Monggo diliat."

Gua segera menatap catatan dalam BPKB Holden tersebut:

1.Mobil keluar dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, ke PT
UDATIMEX. No.pol: 0 (sebagai catatan, PT UDATIMEX ini adalah sale
agent Holden. Dulu alamatnya di Jakarta adalah di Jalan Antara 27 –
29, no.telponnya 44233 – 42137, dengan cabang-cabang di Bandung,
Surabaya, Cirebon, Yogyakarta, Tegal, Malang, Banjaramsin dll. Mobil
dalam kisah ini masuk ke PT UDATIMEX Surabaya yang udah tutup pada
tahun 1983).

2.Pembeli 1 : PNP XIV Kadipaten Kabupaten Majalengka. Plat E286M.

3.Plat berganti jadi E53M a/n sama.
]
4.Dibeli orang Jakarta dengan, plat berganti menjadi B364E!!!

Berarti bener sudah firasat gua, bahwa ini adalah mobil yang jemput
Deep Purple dulu di Jakarta. Gua menghela nafas panjang. Akhirnya,
ketemu juga nih mobil.. begitu bathin gua dalam hati. Setelah itu
gua liat di catatan BPKB, Holden ini masih 2X berganti pemilik,
semua orang Banjarnegara, sebelum akhirnya dibeli bapak ini pada
tahun 1999.

Melihat pencarian gua berakhir, bapak itu berkata.
"Dulu warnanya memang coklat, tapi bukan orisinil. Udah dicat ulang.
Joknya juga udah nggak orisinil. Bentuknya norak. Makanya cat dan
jok udah saya ganti semua. Tapi yang lain masih orisinil."

"Nggak kepingin dijual, pak?"
"Ya janganlah. Sayang. Wong dulu juga saya beli ini kan karena ini
bekas jemputan Deep Purple."

Gua terkejut.

"Berarti bapak udah tau sebelumnya dong kalo ini mobil jemputan DP?"
"Ya taulah. Kalo nggak ngapain saya beli mobil beginian. Memangnya
yang baca MIDI sampeyan doang?" Ucapnya sambil ngakak. Aseemm!! Kena
gua kepancing. Pantesan dia kok dengan gampang memberikan alamatnya
sama gua yang bertampang kriminil ini.
"Dari pertama saya beli Holden ini, baru sampeyan yang ngeh. Makanya
langsung aja saya ajak kongkow di rumah." Ucapnya lagi sambil
nyengir.
"Boleh liat lagi mobilnya, pak?"
"Oh, silahkan."
Maka, kamipun segera menuju ke garasi, dimana mobil tersebut
disimpan.
"Jujur ini gak pernah saya pake, mas. Paling tiap hari saya panasin
mesinnya. Habis Purwokerto kan kota kecil. Kemana-mana cukup pake
motor. Lagipula ini bensinnya boros. 1:8."

Dengan perlahan gua membuka pintu Holden tersebut lalu duduk di
belakang stir sambil merem. Membayangkan kembali adegan pada tanggal
2 Desember 1975, saat mobil ini menyusuri jalan dari Lapangan Udara
Halim Perdanakusuma menuju Hotel Mandarin. Siapa supir Holden ini
dan siapa personil Deep Purple yang naik didalamnya masih merupakan
misteri yang belum terungkap buat gua. Tapi paling tidak untuk
sementara gua bisa menarik napas lega karena penelusuran gua selama
bertahun-tahun dengan hanya berbekal selembar foto dari majalah tua
akhirnya membuahkan hasil.

Purwokerto memang kota kecil yang aneh. Di kota inilah gua pertama
kali melihat langsung sobekan karcis (asli) konser Deep Purple 1975
di Senayan (hari kedua), pertama kali mendengarkan boorleg Godbless
sewaktu manggung disana pada tahun 1975, dan sekarang menemukan satu dari 3 Holden yang membawa personil Deep Purple dari Halim. Entah apalagi nanti yang bakal gua temui di kota ini…

Konser Roger Waters di Perth

Saturday, February 10th, 2007

Roger_waters_in_the_flesh Tadi malem gw dapet SMS bertubi-tubi dari 2 orang keponakan gw (Allen dan Theo) yang sedang menderita kepuasan paripurna menonton konser Roger Waters di Perth. Gw cuman bisa gigit jari sambil ngumpat ngiri: "Jancuk! Jangkrik!" sambil getem-getem. Seneng juga ternyata prog rock merasuk ke keponakan gw juga …

Ulasannya ada di sini, langsung "klik" ajalah:

http://allen1106.blogs.friendster.com/day_by_day_i_guess/2007/02/an_evening_to_r.html

Keep on proggin’…!!!

Salam,

G

Review: Sarasehan GENESIS (3 Feb 07)

Sunday, February 4th, 2007

Dari TROY NORMAN:

Sharing dikit ah..

Mikir kalo banjir bakal macet, gue berangkat 1,5 jam lebih awal dari rumah. Ternyata eh ternyata jalanan sepi blas! gak sampe 15 menit gue dah nyampe Mario’s Place. Ngisi perut dulu bentar abis itu langsung naek ke lantai 2. Di dalem masih sepi, gue nimbrung bareng Mas Andy Julias, Mas Rustam & Mas Erik yg lagi asik ngomongin banjir. Nggak berapa lama progger2 pun mulai berdatangan.

Meski banjir dimana2, nggak mengurangi semangat para penggemar Genesis untuk dateng ke TKP (Tempat Kumpul2 Progger..hehehe) . Meski cuma dihadiri sekitar 40-50an pengunjung, the (cinema) show must go on! Ngaret sekitar 1 jam, acara dibuka dengan performance Inspiring Tribute Band (ITB). Tampil minus 2 personil gak mengurangi greget band ini ngebawain lagu2nya Genesis. Sang moderator, Mas Gatot tampil sebagai penyelamat ngegantiin posisi vokalis. Gak tanggung2 itu muka pake dicoreng moreng segala..hahaha (mantab Mas!). Sementara Mas Bubi sang keyboardis mesti kerja keras ngebackup gitar dan beberapa sound lain dengan synthesizernya. Sound system di Mario’s Place emang mantab! Sesuai rekomendasi Mas Gatot, tob markotob lah.. Nendang abis, tapi gak bikin kuping pengeng. Suara cymbal dan dentingan gitar pun terdengar lumayan "ting".

Picture1_for_blog

Kelar beberapa lagu, giliran diskusi tentang Genesis. Mas Gatot yg masih tampil coreng moreng langsung mendaulat Mas Andy Julias (produser PRS, chairman IPS), Mas Ari Syaff (vokalis Cockpit), Mas Abadi Soesman (musisi senior) dan Mas Bubi Sutomo (personil ITB)yg masih nangkring di tank perangnya, sebagai narasumber. Acara diskusi dibantu layar presentasi segede gaban, sehingga pengunjung bisa mengikuti jalannya diskusi dengan tetap fokus. Diskusi dibuka dengan ngebahas awal terbentuknya Genesis dan pengaruhnya dalam musik Indonesia. Moderator dan para narasumber langsung ngelempar pengunjung untuk bernostalgia ke jaman2 kaset bajakan. Gile, sebagai anak kemaren sore, buat gue ini bener2 sejarah yang luar biasa.

Sesi pertama selesai, langsung disambung performance ITB lagi. Kemudian setelah puas dengerin ITB, diskusi lanjut lagi. Kali ini makin seru karena mulai ngebahas pembagian era. Mas Ari Syaff semangat banget ngomongin soal pembagian era ini. Gak lupa juga Mas Gatot mancing pengunjung buat ukutan sharing. Dibahas juga tentang pembagian penggemar2 Genesis yang mana ternyata eh ternyata banyak penggemar yang memulainya dari era Phil Collins. Mar Ari Syaff sendiri ngaku kalo suka Genesis awalnya dari kolaborasi Earth Wind and Fire dengan Phil Collins.
Picture_2_for_blog
Diskusi tambah seru ketika ngebahas apakah emang Phil Collins yg bikin Genesis dikenal banyak orang. Dibahas juga tentang perubahan drastis Genesis era trio Collins dkk yang jadi ngepop mulai album Invisible Touch. Menurut diskusi kemaren meski gak ngeprog, album Invisible Touch inilah yang bikin orang2 kenal Genesis dan lantas menoleh ke album2 sebelomnya.

Kelar seru2an di sesi kedua, ITB perform lagi. Kali ini tambah nendang dengan tampilnya salah satu narasumber, Mas Ari Syaff, sebagai vokalis. Buat telinga gue pribadi suara vokalis yg satu ini cukup dapet banget bawain karakter Phil Collins & Peter Gabriel. Pastinya suasana juga tambah hot, terbukti dengan teriakan2 pengunjung yg minta tambah lagu melulu.
Picture3_for_blog
Di sesi terakhir, diskusi ditutup dengan ngelirik album2 Genesis di Top 40 Progarchieves dan kesimpulan. Diskusi selesai, ITB pun nggebrak lagi dengan lagu terakhir bareng Mas Ari Syaff.

Catatan gue dari acara kemaren, tempat udah ok banget. Disamping sound system yg mantab, lokasinya juga lumayan strategis (deket rumah gue gitu hahaha..) dan terbukti saat Jakarta digenangi banjir, Menteng Huis (tempat Mario’s Place berada) tetep berdiri kokoh (menteng gitu loohh..). FDC relatif pas, mengingat tempatnya yg sangat layak. Kemudian format acara udah asik banget, cuma satu input dari gue yg kemaren juga gue sampein langsung ke Mas Gatot yaitu soal sampel2 lagu (dan juga video). Pastinya bakal lebih asik kalo tiap kali ngebahas satu topik, kita langsung merujuk ke lagu atau video yg bersangkutan. Okeh.. ;)

Stay prog beybeh!

NB. foto2 lagi diupload.. ;) tunggu beberapa saat lagi hehehe

(foto-2 by TROY NORMAN)

—————————————

Dari Pak TONY SANTOSA:

Sarasehan Genesis 03.02.07

Untuk teman2 yang terkena musibah banjir weekend kemarin semoga
kondisi rumah, keluarga dan lingkungannya bisa segera pulih sehingga
bisa beraktifitas normal kembali dan semoga juga masalah banjir sudah
dapat diatasi oleh penguasa tunggal Gudang Gading (ini bahaya nih
kalau sampe koleksinya kena).

Sayang juga sih kalau hari Sabtu kemarin tidak bisa melihat penyanyi
legendaris "G" Gabriel yang tampil sangat nge-glam dan theatrical
(mungkin perlu ditanya sama pak G, apa warna-warni dimukanya bisa
dihapus lagi, hi hi hi ). Saya rasa yang ini sih tidak perlu di-review
lagi, karena semuanya tentu sudah tahu persis kwalitas beliau.

Kalau mengenai band ITB sendiri, wah salut mas G, mainnya ciamik
sekali, terutama keyboardnya (maaf saya lupa siapa nama pemain
keyboard yang selalu pake laptop itu). Sound systemnya yang jernih
juga sangat medukung penampilan mereka. Pokoknya top deh.
(Maaf saya tidak bisa memberi review atas lagu2 yang dibawakan,
soalnya kurang kompeten nih).

Walaupun saya bukan ahli Genesis, tetapi kemarin cukup senang juga
mendengar mas Arry Cockpit mengamini bahwa Genesis era Phil Collins
(post Gabriel) memang lebih sukses secara komersial, soalnya saya
memang mulai mempelajari Genesis mulai dari album A Trick Of The Tail,
yang kalah dalam polling kemarin, dan setelah itu baru mundur ke era
Gabriel.

Suasana Mario’s Place yang tidak terlampau ramai juga memungkinkan
saya untuk berkenalan lebih erat dengan teman2 dari i-rock. Sempat
ngobrol dengan Om Mamak yg kemarin bersama saya hadir tanpa
menggunakan bendera Genesis (sorry Pak Gatot), dia tampil dengan shirt
Yes dan kalau saya sih …….Pink Floyd aja deh. Ketemu Pak Rustam
juga yang sudah lama tidak posting di milis ini, tapi sayang ga sempet
ngobrol, sorry ya Pak, next time better. Ada juga musuh bebuyutan
saya, Hengky, yang didukung oleh Harris (ha ha ha, just kidding bro)
dan sempet berkenalan langsung dengan mas Eric dan…….. fan berat
Agnes Monica…..Mr. Satrio, dan akhirnya ngobrol dengan Jim & Nina
PK. Cuma sayang saya tidak sempat bertemu langsung dengan vocalist
kita yang spectacular itu, padahal rencananya saya mau ambil copyan
MP3 nya Keenan Nasution. Next time ya Pak Gatot.

Kita tunggu saja deh review dari yang berkompeten berikut dengan
foto2nya.

Salam,
tony santosa
————————-

 

Thanks to TROY and TONY!

For my Prog Profile: Gatot Widayanto at ProgArchives